admin

Saya tinggal di Kota Dingin, sebuah kawasan pegunungan yang sudah terlampau banyak mall di dalamnya, sebelah selatan timur Provinsi Jawa Timur. Saya mengenal forex trading sekitar tiga tahun lalu, dan sepanjang itu hari-hari saya terlibat dengan berbagai macam di dalamnya. Tinggal di sebuah rumah kecil yang asri di kawasan Sungai Brantas, saya menghabiskan kehidupan sehari-hari rata-rata 30 persen di depan komputer. Tidak hanya forex trading, bila sudah jengah saya juga mendesain website, publisher adsense, networking business dan lainnya. Saya biasa dipanggil dengan nama Ivan. Bukan master forex.

2 responses to “Menggunakan Time Frame Sesuai Style Trading Kita”

  1. Sabar, Stop-Lost, Sukses -Kunci Trading Forex Online

    [...] bisa dituangkan di sini. Buat teman2, selamat trading ya, semoga sukses. Jangan lupa sabar dan stop lost tetap dijadikan senjata utama utama untuk sukses di trading [...]

  2. rizal

    saya setuju dengan statement diatas yg berbunyi “Tidak perlu membatasi berapa kali open posisi dalam sehari, tapi yang penting adalah penggunaan Time Frame yang cocok untuk kebutuhan trading kita”. Ada baiknya sebelum entry posisi kita cek dulu di time frame jangka panjang (weekly dan daily).,setelah mengetahui trend jangka panjangnya kita masuk dengan time frame yang lebih pendek contohnya time frame 30 menit atau time frame 1 jam tergantung gaya trading masing – masing. wasalam. happy trading everyone..

Leave a Reply