KALAU mata kita kuat melek, atau setidaknya ada waktu untuk melototi chart forex, menggunakan strategi short term trading cukup lumayan juga hasilnya. Ketika arah pergerakan mata uang belum jelas betul dan isu kenaikan suku bunga oleh The Fed masih belum diumumkan, mata uang seringkali bergerak tidak tentu rimbanya. Tidak perlu membatasi berapa kali open posisi dalam sehari, tapi yang penting adalah penggunaan Time Frame yang cocok untuk kebutuhan trading kita. Di bawah ini adalah situasi yang menyenangkan ketika semua Open Position (OP) sudah terclose. Di antaranya ada yang terpasang tanpa stop lost (SL) dan eksekusi posisi secara manual, dan ada beberapa yang dilakukan secara sambung menyambung layaknya sebuah Expert Advisor (EA), tapi dilakukan manual he he
Kini saatnya tidur. Bersiap nanti malam menghadapi pergerakan yang diperkirakan akan bergejolak lagi. Pair mata uang GBP/USD saya jadikan patokan open posisi, dan selalu melihat situasi yang terjadi pada USD/JPY, EUR/USD, dan GBP/JPY. Dan sebaliknya saling berkaitan. Konsentrasi utama dan pair kesukaan ada di GBP/USD, tapi bila ada kesempatan, tidak pula melewatkan GBP/JPY, EUR/USD, USD/JPY. Lumayan beberapa langkah kecil bisa meningkatkan margin sampai 30%-an.
Hal yang sama juga saya lakukan di Instaforex. Baru coba-coba menjajal. Hasilnya lumayan juga
Time Frame memakai kombinasi antara TF 15, TF, 30 dan 1 hours. Jangka panjangnya tetap memperhatikan TF 1 day dan weekly. Pengambilan keputusan untuk short term trading seperti gambar di atas ada pada TF 1. Begitu pula dengan keputusan close position, lebih banyak didasarkan pada “intuisi” daripada sebuah analisis teknikal yang memadai he he. Maklum, di situasi bergejolak seringkali tak ada analisis yang bisa dipercaya secara memadai.
Tidak ada analisis teknikal yang dominan saya pakai kecuali tetap memakai kombinasi dan mengembangkan style trading sendiri. Begitu pula dengan margin modal yang dipakai, selalu memakai kombinasi antara yang paling kecil untuk “bermain-main” di pasar dan yang paling besar saat situasi memang benar2 tepat.
Sayangnya, trading di broker sekelas marketiva memang harus agak sabar, terutama dalam koneksi. Sering terjadi dissconnet dalam situasi genting membuat kita akan tiba-tiba lost kalau tidak hati-hati. Didukung dengan koneksi yang kurang stabil yang saya gunakan, kadang2 rasannya sebel juga.
Untunglah, semua bisa terlewati dengan baik. Amin, semoga besok hari bahagia datang lagi he he
Tugas trader adalah untuk bertahan dan memenangkan pertarungan, all right?

[...] bisa dituangkan di sini. Buat teman2, selamat trading ya, semoga sukses. Jangan lupa sabar dan stop lost tetap dijadikan senjata utama utama untuk sukses di trading [...]